kegiatan ekonomi di kota kuta

Ekonomi Lifestyle. Sport. Photo. Video. Indeks. Network "Ditangkap di kawasan Dalung, Kuta Utara, Badung pukul 19.45 Wita," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi dikonfirmasi iNews, Rabu (25/8/2021). Syamsi mengatakan, Muhammad Kece akan dibawa ke Jakarta melalui jalur udara. Kenalkan Kegiatan Sosial Sekolah, SMPN 2 Kota Cirebon c membuat rencana kerja/ kegiatan dan pelaporan kegiatan kepada Baitul Mal C.q. Bidang Pengumpulan. d. Kegiatan harian: Sebanyak 178 fakir uzur di Kota Banda Aceh menerima zakat dari Baitul Mal Banda Aceh. Jaya Baru 18 orang, Banda Raya 20 orang, Baiturrahman 20 orang, Kuta Raja 12 orang, Kuta Alam, 22 orang, Ulee Kareng 16 orang Kegiatanpentas seni yang menampilkan seni dan budaya, juga merupakan pengembangan dari ekonomi kreatif di Kota Sabang. “Karena menjadi bagian dari ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pariwisata seni budaya semata, tapi juga bisa memberikan manfaat dari segi perekonomian bagi pelaku seni itu sendiri” ujarnya. Kotakota lama di Indonesia relatif berbeda dengan kota-kota di negara barat yang dipandang sebagai penanda batas-batas spasial secara fisik. Menurut Nas (1990a, dalam Nas dan Boender, 2002: 207), kota-kota lama di Indonesia memiliki peran utama sebagai penanda kekuasaan atas hubungan-hubungan sosial, sehingga memiliki batas yang kurang jelas 最前線のCOMME des GARCONS T-Shirts & Vests (FI-T017_000_WHITE) (COMME des GARCONS/Tシャツ・カットソー) 80490443 Tシャツ・カットソー トップス Quoi Ecrire Comme Premier Message Sur Un Site De Rencontre. MANGUPURA, – Wajah kampung turis Kuta sejak pariwisata normal malah semrawut. Sejumlah motor tampak parkir sembarangan di depan Discovery Shopping Mall Kartika Plaza kemarin 8/6/2023. Terlebih sudah ada rambu larangan parkir di kawasan tersebut. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat LPM Kuta bahkan telah memasang barrier dan tali pembatas sejak tanggal 1/6. Namun masih saja ada pengendara motor nakal yang nekat parkir dan bahkan tali pembatas diputus oleh oknum yang tidak diketahui. Menindaklanjuti hal ini, Ketua LPM Kuta, I Putu Adnyana bersama timnya menindak tegas dengan cara menggemboskan ban motor yang parkir liar. “Kita pakai pilot project-nya di Jalan Kartika Plaza, karena sering ada pelanggaran. Makanya kita kempes-kempesin ban motor yang parkir liar, red untuk memberikan efek jera karena ada rambu larangan,” jelasnya. Tak sedikit terjadi saling tuding dengan menyebutkan yang parkir di sana adalah pedagang ataupun pengunjung dari kios-kios maupun toko yang ada di Kartika Plaza. Kenyataannya, pedagang dan pengunjung sudah disediakan lahan parkir. “Tapi kadang-kadang kan ingin praktis saja, artinya biar dekat. Kalu semua seperti itu, ketertiban kan tidak terjadi dan kemacetan berulang-ulang,” kata Adnyana. Parkir liar ini menimbulkan tingkat kemacetan yang sangat tinggi, sehingga rambu-rambu ini seakan sebagai hiasan semata. Oleh karenanya, upaya ini hadir untuk sekaligus mengedukasi masyarakat supaya tertib dengan aturan yang ada. Apabila masih terjadi pelanggaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penindakan secara administrasi ke depannya. Sekaligus juga bersurat kepada toko maupun pengusaha di kawasan sekitar untuk ikut mengawasi pelanggaran parkir. Dari awal penertiban parkir, LPM Kuta sudah berhasil menjaring kurang lebih 25 hingga 30 motor yang parkir sembarangan di Kartika Plaza. Kegiatan ini pun sudah efektif menurunkan angka pelanggaran parkir hingga saat ini. Melalui upaya ini, ia mengimbau kepada masyrakat untuk bersama-sama peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga diharapkan langkah ini dapat mencegah adanya kemacetan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu maupun aturan yang ada. ari Terkini Jumat, 9 Juni 2023 1900 WIB By 2012 the population of Medan has applied the concept of community empowerment. National Program for Community Empowerment PNPM adapted from the central government into a program that is often done to improve community empowerment. Other programs also do is increase the entrepreneurial base that always emphasized with some assistance such as Credit KUR and Revolving Fund Program GDP to drive the real sector which is the base that reaches directly to the public. But in a dilemma, Medan is still recorded a maximum point in the development of industry. If ordered three of the Central Bureau of Statistics in 2012, the Regional North Sumatra contributor who has contributed in the industry sector is 1. Deli Serdang amounted to 2 Medan of 18, 20%, and the 3. Batu Bara for From the data collected, of course, required an increase of the industrial sector to accelerate a multiplier effect on revenue PAD and empower a more populist economic base can be carried out and the public is able by itself to have independence and can develop an invention and innovation of a concept superior product as a brand in Medan. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free M. Umar Maya Putra JWEM STIE MIKROSKIL Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 KONSEP PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN DI KOTA MEDAN M. Umar Maya Putra Entrepreneurship Development Program umar_yazli Abstract By 2012 the population of Medan has applied the concept of community empowerment. National Program for Community Empowerment PNPM adapted from the central government into a program that is often done to improve community empowerment. Other programs also do is increase the entrepreneurial base that always emphasized with some assistance such as Credit KUR and Revolving Fund Program GDP to drive the real sector which is the base that reaches directly to the public. But in a dilemma, Medan is still recorded a maximum point in the development of industry. If ordered three of the Central Bureau of Statistics in 2012, the Regional North Sumatra contributor who has contributed in the industry sector is 1. Deli Serdang amounted to 2 Medan of 18, 20%, and the 3. Batu Bara for From the data collected, of course, required an increase of the industrial sector to accelerate a multiplier effect on revenue PAD and empower a more populist economic base can be carried out and the public is able by itself to have independence and can develop an invention and innovation of a concept superior product as a brand in Medan. Keywords community development, public policy, entrepreneurship 1. Pendahuluan Kota Medan sebagai barometer perkembangan perekonomian di Sumatera Utara, merupakan suatu wilayah yang dapat dijadikan suatu basis perkembangan ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan dapat dipandang melalui tiga aspek yang utama yaitu konsep pemberdayaan masyarakat, kebijakan publik dan perkembangan konsep kewirausahaan. Sinergi dari ketiga hal tersebut dapat meningkatkan suatu kinerja perekonomian serta dapat mampu menjadikan masyarakat menjadi suatu subyek dalam pembangunan sehingga tidak adanya ketergantungan dengan pemerintah dan dapat mengembangkan potensi yang terdapat di Sumatera Utara. Tahun 2015, Masyarakat Kota Medan akan menghadapi suatu tahun yang berat yaitu Masyarakat Ekonomi Asean MEA dimana akan menjadi suatu tantangan besar bagi Kota Medan yang sangat dekat dengan negara seperti Malaysia, Singapura yang akan mengambil kesempatan yang berada di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Jika melihat perkembangan pusat industri di Sumatera Utara, Kota Medan berkontribusi sebesar 18,20% untuk perindustrian Sumatera Utara dimana menduduki peringkat kedua diatas Deli Serdang sebesar 29,95% dan untuk peringkat ketiga ditempati oleh Kabupaten Batu Bara sebesar 13,75%. Hal ini merupakan tantangan bagi Kota Medan untuk meningkatkan basis industri untuk bisa menghasilkan masyarakat yang mandiri dan bermindset out of the box yaitu bisa melakukan pemberdayaan untuk memanfaatkan fasilitas yang terkandung di Kota Medan yang tentunya diperlukan pembinaan oleh pemerintah melalui kebijakan publik serta adanya JWEM STIE MIKROSKIL M. Umar Maya Putra Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 keberanian untuk mengelola usaha melalui konsep kewirausahaan dengan konsep kelembagaan agar terciptanya usaha yang berdaya saing global untuk menghadapi persaingan di MEA 2015. Gambar 1 Pusat Industri Sumber BPS 2. Kajian Pustaka Konsep Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi rakyat sering disebut dengan berbagai istilah lain yang terkait, yaitu perekonomian rakyat ataupun ekonomi kerakyatan. Ini mengandung makna yang spesifik. Jika ekonomi rakyat menggambarkan tentang pelaku ekonominya, maka perekonomian rakyat lebih menunjuk pada objek atau situasinya, Makna yang lebih luas dalam ekonomi kerakyatan yang mencerminkan suatu bagian dan sistem ekonomi. Ekonomi kerakyatan dapat dikatakan sebagai subsistem Sistem Ekonomi Pancasila [1]. Ekonomi rakyat adalah kancah kegiatan ekonomi bagi masyarakat kecil, wong cilik, yang karena merupakan kegiatan keluarga, tidak merupakan usaha formal berbadan hukum, tidak juga secara resmi diakui sebagai sektor ekonomi yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Dalam literatur ekonomi pembangunan ia biasa disebut sebagai sektor informal “Under Ground Economy” atau “Extralegal Sector”. Dalam demokrasi ekonomi Indoensia produksi tidak hanya dikerjakan oleh sebagian warga tetapi oleh semua warga masyarakat, dan hasinya dibagikan kepada semua anggota masyarakat secara adil dan merata [1]. Dengan demikian melalui basis ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh rakyat terkadang ada yang memiliki badan hukum dan lebih banyak yang tidak memiliki badan hukum, namun dilihat dari ketahanan ekonomi kerakyatan diterpa krisis multi dimensi tahun 1997, dimana sistem keuangan mengalami collapse dan usaha besar mengalami kebangrutan, Usaha kecil yang merupakan basis dari ekonomi kerakyatan tetap bisa bertahan dan memberikan kontibusi positif. Hal ini merupakan suatu potret dalam pemberdayaan masyarakat bahwa ekonomi kerakyatan harus menjadi titik utama dalam kebijakan pemerintah untuk menciptakan konsep kreatif dan inovatif. Underground Economy ini sering juga disebut sebagai shadow economy, ekonomi informal, parallel economy, atau juga hidden economy. Oleh karena ada aktivitas yang ilegal, Underground Economy, atau juga sering dikenal juga dengan sebutan black economy. Hal ini sejalan juga dengan defenisi yang sering digunakan Scheider dan Enste yitu bahwa shadow economy mencakup bukan hanya aktivitas-aktivitas yang legal, akan tetapi juga berbagai bentuk pendapatan/penerimaan yang tidak tercatat, dimana berasal dari produksi barang-barang dan jasa-jasa, baik transaksinya menggunakan alat pembayaran tunai/uang unit moneter ataupun hanya dengan cara barter/pertukaran [10]. Dengan kata lain, Underground Economy sebetulnya mencakup semua aktivitas ekonomi yang dapat dikenakan pajak/retribusi bila aktivitas- M. Umar Maya Putra JWEM STIE MIKROSKIL Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 aktivitas tersebut tercatat di otoritas pajak/retibusi. Oleh sebab itu diyakini bahwa semakin besar Underground Economy, maka semakin besar pula potensi penerimaan pajak/retribusi yang hilang. Terkadang usaha kecil yang bisa masuk ke dalam excess mengakibatkan black economy dikarenakan kurangnya masyarakat berperan sebagai subjek dalam pembangunan dan terasa untuk masyarakat yang berada dalam usaha kecil masih belum berada pada taraf kesejahteraan sehingga sangat sulit untuk mengembangkan kemampuan dan aktivitas untuk menciptakan suatu kreatifitas dan inovasi. Peran pemerintah sangat vital untuk meletakan kembali fungsi dari kebijakan publiknya agar mampu membantu masyarakat untuk tidak terjebak dengan black economy serta mampu memaksimalkan potensi pemasukan dari pajak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah PAD. Partisipasi bukan hanya sekedar mengambil bagian atau pengikutsertaan saja tetapi lebih dari itu dalam pengertian tersebut terkandung tiga pokok bahasan pokok yaitu mental and emotional involvement keterlibatan mental dan emosi, motivation to contribute dorongan untuk memberi sumbangan, dan acceptance of responsibilty penerimaan tanggung jawab. mengatakan pengertian dasar partisipasi adalah tindakan mengambil bagian dalam kegiatan, sedangkan pengertian partispasi masyarakat adalah keterlibatan masyarakat dalam suatu proses pembangunan dimana masyarakat ikut terlibat mulai dari tahap penyusunan program, perencanaan dan pembangunan, perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan [4]. Kebijakan Publik dalam Masyarakat Dalam peningkatan pemberdayaan sebagai esensi dari ekonomi kerakyatan diperlukan partisipasi pemerintah selaku otoritas dalam kebijakan publik. hakikat kebijakan suatu kebijakan negara sebagai tindakan yang mengarah pada suatu tujuan, akan dapat dipahami dengan baik dengan memperinci ke dalam lima kategori, dikutip dari Hogwood dan Gunn dalam Rakhmat 2009-130 sebagai berikut [6] 1. Tuntutan kebijakan policy demands Di dalam sistem politik, proses formulasi suatu kebijakan negara, merupakan berbagai desakan atau tuntutan dari para aktor pemerintah maupun swasta kepada pejabat pemerintah untuk melakukan ataupun tidak melakukan tindakan terhadap suatu masalah tertentu. 2. Keputusan kebijakan policy decision Merupakan keputusan-keputusan yang dibuat oelh para pejabat pemerintah, dengan maksud untuk memberikan keabsahan, kewenangan atau memberikan arah terhadap pelaksanakan kebijakan negara. 3. Pernyataan kebijakan policy statement Merupakan pernyataan resmi atau artikulasi penjelasan mengenai kebijakan negara tertentu. Apabila dicermati secara mendalam, pernyataan kebijakan dari seorang pejabat lainnya, sering bertentangan satu dengan lainnya. 4. Keluaran kebijakan policy outputs Merupakan wujud kebijakan negara yang paling dapat dilihat dan dirasakan karena menyangkut hal-hal yang senyatanya dilakukan guna merealisasikan apa yang telah digariskan dalam keputusan pernyataan kebijakan negara. 5. Hasil Akhir Kebijakan policy outcomes Setelah suatu kebijakan selesai diimplementasikan terdapat hasil akhir kebijakan policy outcomes yaitu berApa akibat-akibat atau dampak yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat, baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan sebagai konsekuensi dari adanya tindakan ataupun tidak adanya tindakan pemerintah dalam bidang-bidang atau masalah-masalah tertentu. JWEM STIE MIKROSKIL M. Umar Maya Putra Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 Dalam hakikatnya pemerintah, harus meletakan esensi dari kebijakan yang ditetapkan untuk bisa mengarah kepada kesejahteraan dan menghasilkan dari akhir kebijakan suatu masukan yang sangat berguna bagi masyarakat agar menghindari excess yang terjadi pada masyarakat yang merupakan dampak negatif dari perekonomian seperti black economy. Dengan adanya fungsi kebijakn publik dari pemerintah ini, akan membuat elemen masyarakat akan lebih mampu berdaya saing dan sangat yakin dalam menghadapi derasnya persaingan di Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Bentuk keterlibatan pemerintah dalam perekonomian antara lain [2] 1. Penarikan pajak, pajak merupakan iuran yang dipaksakan masyarakat/wajib pajak oleh pemerintah dengan balas jasa yang tidak dapat dinikmati secara langsung. Pajak merupakan salah satu sumber pembiayaan negara yang berasal dari dalam negeri di luar utang luar negeri. 2. Pengeluaran pemerintah, merupakan belanja rutin negara meliputi investasi pemerintah, konsumsi pemerintah dan pengeluaran pemerintah merupakan pembelanjaan yang bersifat otonom. 3. Transfer Pemerintah Transfer Payment yaitu pengeluaran pemerintah dimana pemerintah tidak mendapat balas jasa secara langsung. Misalnya pemberian beasiswa, dana pensiun, bantuan bencana alam, subsidi dan sebagainya. Dari penarikian pajak pemerintah, tergantung dari besar kecilnya pendapatan yang diterima masyarakat dan seberap besar masyarakat mampu untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Jika pemberdayaan masyarakat ini, berperan secara aktif, maka segala hal terkait dengan pengeluaran pemerintah maupun transfer pemrintah dapat menimbulkan multiplier effect yang besar dan menggerakan ekonomi kerakyatan sebagai sumber utama dalam pembangunan dan mampu di dalam jangka panjang mencapai tujuan kesejahteraan. Peranan Kewirausahaan dalam Konsep Pemberdayaan Masyarakat Schumpeter berkeyakinan bahwa pembangunan ekonomi terutama diciptakan oleh inisiatif dari golongan pengusaha yang inovatif atau golongan enterpreneur, yaitu golongan masyarakat yang mengorganisasi dan menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya untuk menciptakan barang-barang yang diperlukan masyarakat. Mereka merupakan golongan masyarakat yang menciptakan inovasi atau pembaruan dalam perekonomian. Pembaruan-pembaruan yang dapat diciptakan oleh para pengusaha dapat dibedakan dalam beberapa bentuk, yaitu i memperkenalkan suatu barang baru, ii penggunaan cara baru dalam memproduksikan barang, iii memperluas pasar sesuatu barang ke daerah-daerah baru, iv mengembangkan sumber bahan mentah baru, atau, v mengadakan reorganisasi dalam suatu perusahaan atau industry [9]. Peranan pengusaha yang sangat dominan inilah yang harus dikembangkan dan pemerintah dapat mengalokasikan budget yang relevan untuk sektor ini. Pengusaha akan menggerakan sendi perekonomian mulai dari sektor hulu dan hilir dari semua kawasan dan mampu menghasilkan suatu aglomerasi yang menciptakan suatu hasil baik secara vertical maupun secara horizontal. Aglomerasi menunjukan situasi pemusatan kegiatan-kegiatan ekonomi di lokasi-lokasi tertentu. Dalam kaitannya, dengan perkembangan industri, aglomerasi industri memperlihatkan keadaan berkumpulnya berbagai kegiatan industri, baik bersifat vertikal maupun horizontal. Aglomerasi vertikal menunjukan industri-industri yang memiliki keterkaitan satu dengan lainnya di dalam proses produksi berkelanjutan, baik kaitan ke belakang maupun kaitan ke depan. Selanjutnya aglomerasi horizontal menunjukan industri-industri yang berkumpul, tidak memiliki kaitan dalam proses produksi, atau bersifat independen satu dengan lainnya [11]. Produksi merupakan urat nadi dalam kegiatan ekonomi. Dalam kehidupan ekonomi, tidak akan pernah ada kegiatan konsumsi, distribusi, ataupun perdagangan barang dan jasa M. Umar Maya Putra JWEM STIE MIKROSKIL Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 tanpa diawali oleh proses produksi. Secara umum produksi merupakan proses untuk menghasilkan suatu barang dan jasa, atau proses peningkatan utility nilai suatu benda. Dalam istilah ekonomi, produksi merupakan suatu proses siklus kegiatan-kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa tertentu dengan memanfaatkan faktor-faktir produksi amal/kerja, modal, tanah dalam waktu tertentu. Dalam sistem ekonomi islam, defenisi produksi tidak jauh berbeda dengan tersebut di atas. Akan tetapi, dalam sistem ini, ada beberapa nilai yang membuat sistem produksi sedikit berbeda, dimana barang yang ingin diproduksi dan proses produksi serta proses distribusi, harus sesuai dengan nilai-nilai syariah. Dalam artian, semua kegiatan yang bersentuhan dengan proses produksi dan distribusi harus dalam kerangka halal. Karena itu, terkadang dalam sistem ekonomi Islam ada pembatasan produksi terhadap barang-barang mewah dan hukan merupakan kebutuhan pokok [7]. Pengusaha dalam hal ini yang masuk dalam proses produksi dan distribusi, akan menjalankan segala hal secara baik agar menghasilkan peningkatan utility nilai suatu benda. Produksi yang berasal dari amal/kerja, modal, tanah akan menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Jika dikaitan dengan Ekonomi Islam, segala sesuatu yang dilakukan oleh produsen harus disesuikan dengan nilai syariah sehingga dalam proses produksi diperlukan suatu kehalalan dan kehiegenisan produk agar konsumen merasa nyaman jika berhubungan dengan bisnis kuliner dan tetap dapat dipertanggung jawabkan secara moral sebagai konsep ekonomi kerakyatan berbasis kewirausahaan. Produsen harus memperhatikan dampak sosial social return sebagai akibat atas proses produksi yang dilakukan. Kendatipun proses produksi pada suatu lingkungan masyarakat dianggap mampu menanggulangi masalah sosial pengangguran, namun harus memperhatikan dampak negatif dari proses produksi yang berimbas pada masyarakat dan lingkungan, seperti limbah produksi, pencemaran lingkungan, kebisingan, maupun gangguan lainnya [7]. Dengan demikian, secara ekonomi islam, Pengusaha dapat dikatakan sebagai solusi dalam pembangunan yang bisa memiliki suatu tanggung jawab moral dalam mengurangi pengangguran serta tetap memperhatikan dari kesehatan lingkungan agar tidak menjadi permasalahan di masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang pengusaha dapat dikatakan sebagai tulang punggung dalam perekonomian untuk membantu pemerintah dalam hal kebijakan publik supaya bisa menjadi suatu pelaku yang dapat membantu dalam hal pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan terciptanya banyak pengusaha, akan meningkatkan suatu perkembangan ekonomi yang terintegrasi secara menyeluruh dan dapat menjadikan semua sektor dapat bergerak khususnya di segala lapisan permasalahan yang terjadi. Sebagai contoh permasalahan pengangguran yang menjadi masalah utama dalam pembangunan akan dapat diselesaikan jika pengusaha mampu banyak menyerap tenaga kerja. Kesuksesan Malaysia dalam membangun negaranya dikarenakan kekuatan dari Kawasan Ekonomi Khusus KEK yang terus dikembangkan secara aglomerasi dan menjadikan perkembangan negara Malaysia menjadi sangat pesat mulai tahun 1970 2014, menjadi kekuatan baru dalam perekonomian khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean MEA 2015. 3. Metode Penelitian Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Dalam pembuatan Jurnal mengenai Konsep Pengembangan Ekonomi kerakyatan di Kota Medan menggunakan Sumber Sekunder. Sumber Sekunder adalah merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data , misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Dokumen yang dihasilkan bisa melalui Data BPS dan buku literatur yang telah JWEM STIE MIKROSKIL M. Umar Maya Putra Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 terekomendasi oleh beberapa peneliti yang memiliki data terstruktur serta pengambilan data dari website hasil yang efektif dalam penentuan kebijakan [8]. Dengan demikian melalui berbagai literatur dan website akan dibuat suatu rekomendasi yang tepat untuk nantinya para masyarakat dan pemerintah untuk dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan dalam tatanan kewirausahaan dan dapat dijadikan suatu solusi sebagai implentasi nyata di lapangan. Analisis Data Analisis data yang akan diambil dengan menggunakan Statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasinya. Penelitian yang dilakukan pada populasi tanpa diambil sampelnya jelas akan menggunakan statistik deskriptif dalam analisisnya. Statistik deskriptif yang diambil merupakan suatu data yang disajikan untuk mengukur sejauh mana realitas yang terjadi di Kota Medan khususnya di dalam pemberdayaan masyarakat dari esensi ekonomi kerakyatan dan diupayakan melalui data yang disajikan akan menjadikan suatu peningkatan di masa yang akan datang untuk memberikan solusi terhadap pemerintah Kota Medan dalam mengambil suatu langkah kebijakan publik. 4. Hasil dan Pembahasan Konsep Pemberdayaan Masyarakat di Kota Medan Kota Medan yang merupakan barometer terhadap perkembangan Sumatera Utara dikarenakan sebagai kota yang melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi. Partisipasi masyarakat konsep mental and emotional involvement keterlibatan mental dan emosi, motivation to contribute dorongan untuk memberi sumbangan, dan acceptance of responsibilty penerimaan tanggung jawab ditetapkan dengan sinergis dari beberapa potensi Kota Medan yang sangat menyebar melalui lingkungan bisnis, kemitraan antara Pemerintah Kota, Swasta dan masyarakat, Peranan Institusional Bisnis Kadin, Kebijakan terhadap Investasi Asing dan Dukungan Lembaga Keuangan. Keeratan dari berbagai elemen, mampu menciptakan suatu sinergis yang bermanfaat dalam perkembangan Kota Medan seperti yang selalu diinformasikan Medan Brand Keren. Kota Medan memiliki beberapa potensi daerah yaitu [12] 1. Lingkungan Bisnis 2. Kemitraan Antara Pemerintah Kota, Swasta, dan Masyarakat 3. Peran Institusional Bisnis Kadin 4. Kebijakan Terhadap Investasi Asing 5. Dukungan Lembaga Keuangan Dengan keterlibatan sebagai partisipasi masyarakat diperlukan agar mampu untuk meminimalisir dari black economy yang terjadi pada Kota Medan dan bisa menggerakan perekonomian Kota Medan dengan cara peningkatan dari perolehan sektor pajak serta dilakukan suatu kebijakan publik yang lebih segmented sesuai dengan potensi yang diraih Kota Medan. Kebijakan Publik dalam Masyarakat di Kota Medan Sebagai tuntutan kebijakan publik, menuntut beberapa seperti Tuntutan kebijakan policy demands, Keputusan kebijakan policy decision, Pernyataan kebijakan policy statement, Keluaran kebijakan policy outputs, Hasil Akhir Kebijakan policy outcomes M. Umar Maya Putra JWEM STIE MIKROSKIL Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 sebagai esensi dari kebijakan public. Penggerakan dari kebijakan publik ini dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan dan dapat menciptakan suatu kestabilan dalam pembangunan ekonomi di Kota Medan. Pengeluaran pemerintah, merupakan belanja rutin negara meliputi investasi pemerintah, konsumsi pemerintah dan pengeluaran pemerintah merupakan pembelanjaan yang bersifat otonom untuk saat ini masih belum menghasilkan hal yang maksimal, dimana pusat pertumbahan Industri Kota Medan menempati posisi kedua sebesar 18,20% yang kalah dari Deli Serdang sebesar 29,95%. Hal ini perlu dilakukan kebijakan yang lebih tepat lagi dalam hal pengeluaran pemerintah dalam makro ekonomi untuk meningkatkan basis insdutrialisasi sebagai dasar untuk meningkatkan peroleh Pembangunan Domestik Regional Bruto. Sementara PDRB Kota Medan dari tahun 2010 2012 tetap mengalami kenaikan yang significant melalui Atas dasar harga konstan Adhk. Tahun 2010 PDRB sebesar naik menjadi 38. pada tahun 2011 dan tahun 2012 tetap mengalami kenaikan Kenaikan dari PDRB dari tahun 2010 ke tahun 2011 sebesar 2,754,010,000 dan kenaikan dari tahun 2011 ke 2012 sebesar 2,943,090,000. Tetapi kenaikan yang terjadi masih bisa dikembangkan jika banyak terobosan pada sektor UMKM menjadi proses utama dalam peningkatan pembangunan ekonomi di Kota Medan. Dari 9 sektor yang membentuk PDRB Kota medan dapat terlihat dari setiap sektor yang membentuk dari 2010, 2011 dan 2012 terhadap perkembangan oleh sektor yang selalu sama. Dari Tahun 2010, dapat terlihat untuk pembentuk PDRB Kota Medan, 1. Sektor 6. Perdagangan, Hotel dan restaurant sebesar 26%, diikuti oleh 2. Sektor 7. Pengangkutan dan komunikasi sebesar 18% dan untuk 3. Yaitu Sektor 3. Industri pengolahan. Peranan Kewirausahaan di Kota Medan Dari segi kelembagaan, di Kota Medan, juga telah berdiri suatu lembaga bisnis independent yang mampu menarik pebisnis Kota medan untuk menjadi pengusaha yang tangguh. Kelembagaan ini berlokasi di jalan kapten muslim no. 75 Medan. Untuk Profile komunitas tangan di atas TDA bahwa Istilah Tangan Di Atas tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha yang gemar berbagi. 12 orang dari peserta talkshow itu langsung action belajar berdagang di ITC Mangga Dua. Komunikasi di antara para alumni talkshow melalui sebuah mailing list untuk saling berkoordinasi dan membahas permasalahan list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota sampai hari initelah mencapai 8000 orang seluruh Indonesia, sebagai media komunikasi paling awal dan utama Komunitas Bisnis Tangan Di Atas [13]. Sebelumnya, Komunitas Rumah Zakat, juga melakukan pelatihan untuk di Pulau Jawa yang mengetengahkan basis keuangan dimana Rumah Zakat cabang Cilegon menggelar pelatihan kewirausahaan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah UKM yang dihadiri 16 Penerima Manfaat di Kantor Rumah Zakat cabang Cilegon, Jumat 23/3. Materi pelatihan kali ini tentang manajemen usaha kecil, pelayanan mutu konsumen dan penghitungan pencatatan keuangan. Selain itu para peserta juga diberikan materi tentang motivasi yang dipandu langsung oleh Micro Business Officer MBO yang menyampaikan materi perkembangan suatu usaha Penerima Manfaat [3]. Jika dikaitkan dengan aglomerasi, Aglomerasi vertikal, TDA menunjukan industri-industri yang memiliki keterkaitan satu dengan lainnya di dalam proses produksi berkelanjutan, baik kaitan ke belakang maupun kaitan ke depan. Dengan adanya TDA mampu mengembangkan ekonomi kerakyatan untuk membina setiap anggota yang tergabung di dalamnya Selanjutnya aglomerasi horizontal menunjukan industri-industri yang berkumpul, tidak memiliki kaitan dalam proses produksi, atau bersifat independen satu dengan lainnya. JWEM STIE MIKROSKIL M. Umar Maya Putra Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 Untuk aglomerasi vertikal ini, merupakan suatu bentukan kluster yang saling memfokuskan suatu dampak strategis dari wilayah namun konsentrasi tidak untuk saling menjatuhkan, bahkan memudahkan konsumen untuk memilih produk secara spesialisasi untuk menghasilkan produktifitas yang tinggi dan membuat kualitas laporan keuangan yang baik sebagai langkah mempersiapkan MEA. Terkait dengan MEA, ada 4 pilar masyarakat ekonomi Asean adalah 1 Pasar tunggal dan basis produksi, 2 Kawasan ekonomi berdaya saing, 3 Pembangunan ekonomi yang merata, 4 Integrasi dengan ekonomi global [5]. Dengan demikian konsentrasi industri yang menjadi suatu basis produksi dan pasar tunggal, akan menyebabkan kawasan yang tergabung dalam MEA secara ekonomi dapat menghasilkan suatu tingkat biaya produksi yang lebih murah. Kawasan yang saling menjadi suatu keterkaitan yang erat, akan menciptakan suatu hasil yang lebih berdaya saing dikarenakan kerjasama yang dihasilkan akan meningkatkan suatu daya saing secara kompetitif. Dengan adanya persaingan yang sangat kompetitif diharapkan pembangunan ekonomi akan menjadi merata satu sama lain dan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja perekonomian bagi masyarakat di kawasan masyarakat ekonomi Asean sehingga ketika terjadinya integrasi dengan ekonomi global, dapat menjadikan produk yang dihasilkan akan lebih kompetitif 5. Kesimpulan dan Keterbatasan Kesimpulan Kota Medan yang merupakan barometer terhadap perkembangan Sumatera Utara dikarenakan sebagai kota yang melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi. Partisipasi masyarakat konsep mental and emotional involvement keterlibatan mental dan emosi, motivation to contribute dorongan untuk memberi sumbangan, dan acceptance of responsibilty penerimaan tanggung jawab ditetapkan dengan sinergis dari beberapa potensi Kota Medan yang sangat menyebar melalui lingkungan bisnis, kemitraan antara Pemerintah Kota, Swasta dan masyarakat, Peranan Institusional Bisnis Kadin, Kebijakan terhadap Investasi Asing dan Dukungan Lembaga Keuangan. Dengan keterlibatan sebagai partisipasi masyarakat diperlukan agar mampu untuk meminimalisir dari black economy yang terjadi pada Kota Medan dan bisa menggerakan perekonomian Kota Medan dengan cara peningkatan dari perolehan sektor pajak. TDA sebagai kelembagaan menghasilkan produksi dalam kehidupan ekonomi dan menghasilkan utility nilai suatu benda serta menghasilkan amal/kerja, modal, tanah dalam waktu tertentu. Dalam sistem ekonomi islam, beberapa hal seperti visi dan misi TDA menerapkan nilai-nilai syariah. Dalam artian, semua kegiatan yang bersentuhan dengan proses produksi dan distribusi harus dalam kerangka halal jika dihadapkan dengan industri kuliner. TDA turut berperan untuk memfasilitasi semua anggotanya dengan pemerintah dalam rangka memperkuat kebijakan publik seperti Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan BPOM Kota Medan, bahkan memberikan berbagai seminar dengan SMK se Kota Medan dalam rangka meningkatkan paham kewirausahaan Saran Pemerintah Kota Medan diarahkan untuk melakukan explore terhadap potensi Kota medan dengan suatu optimisme, edukasi terarah dan terus berkolaborasi dengan pengusaha Kota Medan dan masyarakat untuk meningkatkan pembangunan terintegrasi berbasis 4 pilar masyarakat Asean 2015 Asean yaitu Pasar Tunggal dan Basis Produksi, Kawasan Ekonomi yang berdaya saing, Pembangunan Ekonomi yang merata dan. Integrasi Ekonomi Global. Jika Kota Medan mampu secara efisen dan efektif memberdayakan semua potensi dan mengerahkan M. Umar Maya Putra JWEM STIE MIKROSKIL Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil Volume 5, Nomor 01, April 2015 partisipasi masyarakat, maka Medan akan menjadi kekuatan baru dalam industri di masa akan datang. Suatu optimisme yang perlu dilakukan dengan kerja nyata menuju Medan Brand Keren. Referensi [1] Hamid, E. S., 2012. Dinamika Ekonomi Indonesia, UII Press Yogyakarta. [2] Hasanah, E. U., 2012. Pengantar Ekonomi Makro, CAPS, Yogyakarta. [3] [4] Huraerah, A., 2008. Pengorganisasian & Pengembangan masyarakat Model & Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan,Pendidikan, Bandung. [5] Indonesia, M. K., 2015.. Masyarakat Ekonomi Asean, Jakarta. [6] Madani, M., 2011. Dimensi Interaksi Aktor Dalam Proses Perumusan Kebijakan Publik, Graha Ilmu, Yogyakarta. [7] Marthon, S, S., 2007. Ekonomi Islam Di Tengah Krisis Ekonomi Global, PT. Bestari Buana Murni, Jakarta. [8] Sugiyono., 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, CV Alfabeta, Bandung. [9] Sukirno, S., 2011. Ekonomi Pembangunan Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta Prenada Media Group. [10] Susanto, H., 2011. Under Ground Economy, Baduose Media, Jakarta. [11] Teguh, M., 2010. Ekonomi Industri, Rajagrafindo Persada, Jakarta. [12] [13] ... Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya Putra, 2015. Universitas Al Azhar khususnya fakultas ekonomi menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan mengikuti kegiatan pendamping yang sudah pakar di bidangnya dengan kekuatan semangat kewirausahaan dapat ditransfer kepada UMKM yang berada di Sumatera Utara serta melakukan pendampingan dengan UMKM secara rutin. ...... Jiwa kewirausahaan merupakan nyawa kehidupan dalam kewirausahaan yang pada prinsipnya merupakan sikap dan perilaku kewirausahaan dengan ditunjukkan melalui sifat, karakter, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Karakter yang perlu dikembangkan merupakan suatu hal yang ditimbulkan melalui grup bisnis yang merupakan output dari mata kuliah kewirausahaan sesuai dengan pemaparan dari Putra & Damanik, 2020, Putra, 2015, Putra, 2015 Proses kewirausahaan menuntut kemauan untuk mengambil resiko dengan penuh perhitungan sehingga dapat mengatasi rintangan untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan. wiraswasta pada mula-nya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. ... Muhammad Umar Maya PutraSyafrida DamanikPengabdian Kemitraan Masyarakat ini merupakan konsep aplikasi kuliah kewirausahaan dalam Program Studi Manajemen kewirausahaan di Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar berdasarkan Program Pemberdayaan Masyarakat, diharapkan para petani mengetahui pentingnya kewirausahaan dalam meningkatkan bisnis dan dilanjutkan . Metode yang akan digunakan adalah metode pembelajaran eksperimental dan konsep studi kepustakaan tentang kewirausahaan. Penyampaian berupa ceramah, diskusi kelompok sehingga orang dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Dalam pelatihan disajikan materi Konsep berwirausaha. Setelah kegiatan dilakukan, ditemukan bahwa peserta cukup responsif dan antusias dalam mengikuti materi pelatihan, sebagaimana dibuktikan oleh banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh para peserta dan ada rencana bisnis yang dibuat untuk membuatnya setelah mendapatkan pelatihan melalui di Universitas Al Azhar.... Menurut Schumpeter dalam Putra, 2015 berkeyakinan bahwa pembangunan ekonomi terutama diciptakan oleh inisiatif dari golongan pengusaha yang inovatif atau golongan entrepreneur, yaitu golongan masyarakat yang mengorganisasi dan menggabungkan faktor-faktor produksi lainnya untuk menciptakan barang-barang yang diperlukan masyarakat. Schumpeter mengemukakan pandangannya "Fungsi para entrepreneur adalah mengubah atau merevolusionerkan pola produksi dengan jalan memanfaatkan sebuah penemuan baru invention atau secara lebih umum, sebuah kemungkinan teknologikal untuk memproduksi sebuah komoditi baru, atau memproduksi sebuah komoditi lama dengan cara baru, membuka sebuah sumber suplai bahan-bahan baru, atau suatu cara penyaluran baru atau mengorganisasi sebuah industri baru". ...Anna Yulianita Feny MarissaImelda ImeldaNazeli AdnanKemajuan teknologi khususnya komputer dan akuntansi sangat membantu dalam pembuatan laporan keuangan secara otomatis, lengkap dan akurat terutama untuk mendukung kemajuan UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di Kecamatan Ilir Barat I dalam pendampingan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan Program MYOB Accounting. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini yaitu bertambahnya pengetahuan para pelaku UMKM yang tergabung serta terlatihnya mereka dalam menyusun laporan keuangan terkomputerisasi dengan menggunakan aplikasi MYOB.... Small businesses can get into problems in improving product quality because of the minimal role of society as subjects in development and still not at the level of welfare so it is very difficult to develop creativity and innovation [5]. ... Muhammad Umar Maya PutraSyafrida DamanikThis research begins with the development of MSMEs Micro, Small and Medium Enterprises which is an illustration of strengthening regional potential. Developing MSMEs can improve services to consumers in order to create buying interest. The benchmarks that are assessed through the level of confidence in a product directly aim to analyze customer interest. In this study, it is explained that customer interest is product quality, service quality, price, and cost which are closely related to meeting the service needs of the Tebing Tinggi Business Clinic KLIBI assisted them. The method used is the canonical analysis method which is a multivariate model that studies the relationship between the dependent variable set varied from the independent variable set. The data characteristics for canonical correlation are metric data, namely interval or ratio data. The research result gained that responsiveness and concern give the significant effect on the cost so that customers want to buy continuously. For the recommendation, The Government needs to improve the quality of product endorsement among Tebing Tinggi and Indonesian consumers by making the program business promotion and international exhibitions through KLIBI. Tri UtamiIndonesia adalah salah satu negara berkembang, dimana negara Indonesia menganut sistem ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan bukanlah sebuah mazhab ekonomi baru, namun hanya sebagai konstruksi pemahaman dari realita ekonomi yang umum terdapat di negara berkembang. Ekonomi kerakyatan adalah suatu situasi perekonomian di mana berbagai kegiatan ekonomi diselenggarakan dengan melibatkan partisipasi semua anggota masyarakat, sementara penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ekonomi itupun berada di bawah pengendalian atau pengawasan anggota-anggota masyarakat. Pada awal tahun 2020, Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Covid-19 adalah sekeluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat menginfeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada kesehatan masyarakat namun juga berdampak pada kesejahteraan ekonomi negara hingga ekonomi masyarakat. Covid-19 melumpuhkan perekonomian negara dan masyarakat, terutama pekerja informal yang rentan berkurang pendapatannya hingga kehilangan mata pencarian karena sepi permintaan. Permasalahan yang dialami pelaku UMKM sangatlah beragam. Mereka mengeluhkan berbagai dampak pandemi di antaranya penjualan menurun, kesulitan bahan baku, distribusi terhambat, kesulitan pemodal, serta produksi yang terhambat. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh sektor bisnis selama pandemi turut dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar sehingga berimbas pada pemutusan hubungan kerja PHK pada karyawan-karyawan agar menjaga stabilitas arus kas keuangan perusahaan cash flow.Pengantar Ekonomi Makro, CAPSE U HasanahHasanah, E. U., 2012. Pengantar Ekonomi Makro, CAPS, & Pengembangan masyarakat Model & Strategi Pembangunan Berbasis KerakyatanA HuraerahHuraerah, A., 2008. Pengorganisasian & Pengembangan masyarakat Model & Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan,Pendidikan, Interaksi Aktor Dalam Proses Perumusan Kebijakan PublikM MadaniMadani, M., 2011. Dimensi Interaksi Aktor Dalam Proses Perumusan Kebijakan Publik, Graha Ilmu, Pembangunan Proses, Masalah, dan Dasar KebijakanS SukirnoSukirno, S., 2011. Ekonomi Pembangunan Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta Prenada Media SusantoSusanto, H., 2011. Under Ground Economy, Baduose Media, Industri, Rajagrafindo PersadaM TeguhTeguh, M., 2010. Ekonomi Industri, Rajagrafindo Persada, Jakarta. - Kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang memiliki batasan wilayah administrasi. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987 mengenai Penyusunan Rencana Kota. Sementara itu dari buku Eco Cities Ecological Economic Cities 2010 karya Hiroaki Suzuki, dalam Max Weber, pengertian kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonomi di pasar pengertian perkotaan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, perkotaan adalah wilayah yang memiliki kegiatan utama bukan pertanian. Perkotaan memiliki susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukima perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintah, pelayanan sosial, serta kegiatan ekonomi. Bagian wilayah kota Diambil dari situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bagian wilayah kota adalah satuan zonasi pada kawasan perkotaan yang dikelompokkan. Pengelompokan disesuaikan dengan kesamaan fungsi, adanya pusat tersendiri, kemudahan aksesibilitas, dan batasan-batasan baik fisik maupun juga Desa Definisi, Unsur, dan Cirinya Klasifikasi kota Dilihat dari jumlah penududknya, kota memiliki lima klasifikasi yang terbagi dalam Kota kecil, memiliki jumlah penduduk hingga jiwa. Kota sedang, memiliki jumlah penduduk sampai jiwa. Kota besar, memiliki jumlah penduduk sampai 1 juta jiwa. Kota metropolitan, memiliki jumlah penduduk 1-5 juta jiwa. Kota megapolitan, memiliki jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa. Ciri-ciri kota Kota memiliki ciri-ciri yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Fisik kota Dilihat dari fisiknya, kota dikelompokkan menjadi beberapa, yakni Memiliki daerah terbuka yang digunakan sebagai open space atau paru-paru kota. Memiliki gedung pemerintahan Memiliki gedung perkantoran dan hiburan memiliki sarana olahraga Memiliki alun-alun memiliki lahan parkir Memiliki kompleks hunian untuk masyarakat ekonomi rendah, sedang, dan elite. Masyarakat kota Memiliki beberapa ciri, yaitu Hubungan sosial yang bersifat gesselschaft Memiliki segresi keruangan Norma keagamaan tidak terlalu ketat Penduduk memiliki sikap individualisme serta egois Masyarakat kota memiliki pandangan hidup lebih rasional jika dibandingkan masyarakat desa. Baca juga Klasifikasi dan Bentuk Desa Bali adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan merupakan daerah yang terkenal akan tujuan wisatanya bagi wisatawan mancanegara atau domestik. Tujuan wisata Pulau Bali bermacam-macam, mulai dari daerah pedesaannya yang tenang dan asri seperti Desa Ubud hingga wilayah pesisirnya yang ramai dan indah. Akan tetapi wilayah pesisirnya yang ramai dan indah memiliki daya tarik tersendiri terutama daya tarik keindahan alamnya, yang ada di sepanjang garis pantai hingga sepanjang lautnya. Wilayah Pesisir merupakan sumber daya yang sangat berpotensi di Indonesia, seperti pada kegiatan ekonominya. Kegiatan ekonominya akan terus berkembang jika fasilitasnya seperti sarana dan prasarana selalu di kembangkan. Seperti kegiatan ekonomi yang ada di Pantai Kuta. Keindahan yang dimiliki Pantai Kuta membuat kegiatan perekonomian di wilayah Pantai Kuta berkembang sangat pesat. Pantai Kuta atau pantai matahari terbenam adalah ikon dari Pulau Dewata Bali. Pantai yang terletak di Kecamatan Kuta, Kota Denpasar, Bali tersebut telah lama menjadi tujuan pariwisata bagi wisatawan. Sebelum menjadi objek wisata yang terkenal seperti sekarang, daerah Kuta sebelumnya merupakan sebuah pelabuhan perdagangan. Di mana produk dari masyarakat lokal bali diperdagangkan kepada pembeli dari luar Pulau Bali. Letak Pantai Kuta yang strategis, dekat dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyebabkan pantai tersebut selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan asing dan domestik. Karena pantai tersebut sangat dikenal dengan ombaknya yang cukup besar maka Pantai Kuta sangat dikenal sebagai tempat surfing di Bali. Untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan, di daerah tersebut tumbuh “subur” berbagai fasilitas seperti hotel, bar, restauran, pertokoan, tempat perbelanjaan, pedagang kaki lima, dan berbagai tempat jasa seperti pijat, salon dan spa, penyewaan papan surfing, dll. Di sepanjang Pantai Kuta banyak terdapat outlet merk terkenal, itu membuktikan bahwa perekonomian disana sangat tinggi, sehingga menarik selera para penanam modal untuk berinvestasi. Hingga saat ini para investor saling berlomba untuk berinvestasi di wilayah pesisir mengingat daya tarik yang dimilikinya. Daya tarik wilayah pesisir oleh pemerintahan kota maupun kabupaten diyakini merupakan salah satu jalan keluar dari keterpurukan ekonomi seiring dengan menipisnya sumber daya alam. Sektor perekonomian yang ada di Pantai Kuta memberi dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif didudukung oleh banyaknya investor asing yang masuk ke bali sehingga produk-produk asli bali tersingkir oleh merk-merk luar negeri. Dampak negatif lainnya yaitu Pulau Bali hanya menggantungkan perekonomi pada sektor pariwisata saja. Karena hanya menggantungkan pada sektor pariwisata saja maka para pekerja tidak memiliki lahan pekerjaan yang pasti. Meskipun memiliki dampak negatif namun sektor perekonomian Bali juga memiliki banyak sisi positifnya contohnya yaitu pendapatan perkapita yang tinggi, objek wisata Indonesia dapat terkenal di mancanegara, dan masyarakat hidupnya menjadi sejahtera. Untuk menambah penghasilan maka seharusnya sektor pariwisata di Bali dijaga dengan baik untuk menjaga kelestarian dan keindahannya. Pantai Kuta adalah pantai yang indah dan ramai. Pantai Kuta juga sering disebut dengan pantai matahari terbenam atau sunset beach. Pantai ini adalah surga bagi wisatawan asing dimana sepanjang Jalan Legian terdapat banyak toko dan restoran serta bar yang bisa dikunjungi dan ramai akan wisatawan asing. Apabila para wisatawan yang berjalan disepanjang jalan Pantai Kuta akan merasa tempat ini seperti di luar negeri. Objek wisata di Bali seperti Pantai Kuta, merupakan sektor perekonomian yang menjanjikan karena banyaknya turis yang datang untuk berkunjung ke Bali. Daftar Pustaka Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pola pikir yang selalu mengandalkan hubungan ekonomi internasional melalui kegiatan ekspor dan impor dalam mewujudkan ketahanan ekonomi suatu bangsa, tidak selalu mampu diandalkan apabila menghadapi masalah risiko yang ditimbulkan sejenis Covid-19 yang mewabah keseluruh dunia. Pemerintah pada masing-masing negara akan melakukan kebijakan yang terbaik agar rakyatnya terhindar dari resesi ekonomi sebagai dampak dari Covid-19 bila berlangsung dalam jangka waktu yang agak lama. Program pembangunan desa yang telah berjalan sejak Jokowi menjadi Presiden Indonesia diharapkan desa telah dapat membantu dalam menyediakan sumber bahan makanan pokok untuk rakyat di daerah perkotaan, jadi bahan makanan tidak perlu mengimpor dari negara lain. Tentu, rakyat di daerah perkotaan diharapkan berubah perilaku dalam menu makanan menadi makan umbi-umbian, talas, dan berbagai macam bahan makanan dari desa yang diolah menjadi bahan makanan yang menarik. Pola hubungan ekonomi antara desa dan kota diperkuat, sehingga semakin efisien dan pada gilirannya ketahanan ekonomi negara akan semakin kuat. Di harapkan sektor keuangan, khususnya perbankan akan membantu dalam penyediaan modal kerja untuk mengolah tanah yang menganggur di pedesaan. Pola pembangunan yang memperkokoh hubungan ekonomi desa dan kota dapat mengurungkan niat rakyat desa untuk mencari kerja di daerah perkotaaan, karena tersedia lapangan pekerjaan dengan mengolah tanah dengan menanam berbagai macam tanaman untuk persediaan makanan. Didukung dengan penelitian yang memadai, maka diperoleh bibit unggul, sehingga semakin besar tingkat kesuksesan usaha rakyat hubungan antara masyarakat desa dan kota telah dimulai di Jepang sekitar seribu tahun yang lalu. Bahkan di Jepang, pola perdagangan masyarakat desa dan kota dilakukan secara perdagangan berjangka futures trading, artinya, apa yang diproduksi di pedesaan telah terjamin pembeli dan juga telah terjamin ketersediaan modal dan bibit. Negara lain yang sukses dalam membangunan hubungan ekonomi desa dan kota adalah Thailand dan Vietnam, dan tidak heran bila Thailand unggul dalam memproduksi buah-buahan yang dihasilkan di daerah pedesaan, dan Vietnam yang unggul dalam memproduksi beras yang dihasilkan dari pedesaan negara tersebut. Vietnam adalah negara yang dilaporkan tidak ada yang meninggal karena Covid-19. Salah satu faktor utama ialah karena hubungan ekonomi antara desa dan kota sangat kuat, sehingga mobilitas penduduk antar desa dan kota tidak sebanyak yang terjadi di negara yang sangat minimum sangat lemah hubungan ekonomi antara desa dan di Indonesia mulai meninjau kembali program pembangunan desa dan difokuskan untuk membangun hubungan yang semakin kuat hubungan ekonomi antara ekonomi di daerah pedesaan dan daerah perkotaan. Dengan demikian, ketahanan sosial dan ekonomi semakin kuat bila menghadapi kasus serupa dengan Covid-19 di masa datang, dan negara Vietnam telah membuktikannya. Lihat Financial Selengkapnya

kegiatan ekonomi di kota kuta